Feb 24, 2018

Renungan di Akhir 27

Ha rasanya hari adalah hari istimewa bagiku. Bagaimana tidak di hari ini adalah hari terakhirku ada di posisi usia 27. Angka 27 adalah angka keramat bagi manusia. Karena angka 27 adalah angka yang berada di antara 25 dan 30. Usia 25 bagi manusia adalah usia dimulainya kedewasaan. Sedangkan, usia 30 adalah indikator kemapanan. Artinya bila di usia 30 sudah mapan, maka sudah paripurna kesuksesa. Sedangkan, bila kurang/tidak maka patut dipertanyakan apa yang kamu lakukan selama 5 tahun itu.
Selain itu angka 27 adalah angka dimana banyak musisi, artis ataupun publik figur yang merada depresi sampai-sampai ada yang memutuskan mengakhiri hidupnya. Misalkan saja Jimi Hendrix, Amy Winehouse bahkan terakhir bintang k-pop yang tahun lalu mengakhiri hidupnya karena kesepian sehingga bunjh diri.
Melalui angka ini juga aku ingin membuat daftar. Daftar apa yang aku mulai. Saat ini aku sudah memulai bisnis kurang lebih 5 tahun. Di usia inipun aku sudah merasakan bagaimana merelakan yang disayang harus pergi meninggalkanku. Tapi aku berusaha tabah & ikhlas. Karena ada keluarga & sahabat yang selalu menyemangatiku.
Tentunya di akhir usia ini aku ingin berterimaksih kepada keluarga, guru, teman, sahabat & kolega. Karena berkat mereka semua aku bisa menjadi diriku seperti sekarang ini. Tak lupa pula aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mempercayakan diriku sampai di usia ini.
Rasanya baru kemarin aku memperoleh kartu pengenal. Tak terasa sudah 10 tahun lebih hal itu terjadi. Tahun lalu boleh dibilang juga sebagai tahun kesedihanku paling mendalam. Bagaimana tidak sahabatku selama kuliah harus menyerah dengan penyakit. 
Terakhir aku berharap aku bisa lebih baik dan juga lebih berguna lagi.

Adios

Jan 26, 2018

Newton (2017) - Kritik Pemilu di India



Rasanya tak akan ada habisnya berbicara tentang politik. Apalagi tentang pemilu, tahun lalu saja orang-orang heboh dengan pelaksanaan pilkada. Padahal juga bukan daerahnya yang melakukan pilkada.
Hal inilah yang ditangkap oleh sineas bollywood. Pemilu india yang dikritik dengan cara komedi gelap yang bikin penonton mengernyitkan dahi.
India adalah 5 besar negara dengan penduduk terbanyak. Sehingga, boleh dikatakn india adalah negara dengan jumlah pemilih terbesar di dunia. Karena Republik Rakyat Tiongkok setahuku tidak melaksanakan pemilu. Film ini berkisah tentang Newton Kumar seorang pegawai pemerintah yang terlalu jujur. Newton beserta orang-orang terpilih disuruh oleh kpu india untuk menjadi panitian pemungutan suara di daerah yang dikuasai oleh pemberontak.
Pemberontak di sini adalah kelompok penganut ideologi Mao Tse Tung yang jelas berlawanan dengan ideologi india. Newton dan timnya diantar menggunakan helikopter ke markas tentara terdekat dengan pemukiman warga. Awalnya komandan tentara pengawal Newton enggan untuk mengantarkan Newton dan memilih untuk melaporkan agar tidak dapat melaksanakan pemilu. Namun, Newton bersikeras dan akhirnya komandan beserta pasukannya dengan terpaksa mengantarkan Newton dan tim ke tps dengan menembus hutan sekitar 7 km.
Sesampainya di tps minat pemilih untuk melaksanakan pemilu nol. Sehingga, menjadikan pemilu di daerah tersebut menjado zero vote.Karena ada paksaan dari pihak tertentu akhirnya komandan dan pasukannya memaksa pemilih untuk datang ke tps.
Kritik yang ingin disampaikan dalam film ini adalah bahwa sebenarnya pemilu tidak membawa hasil apapun bagi pemilih. Ada konspirasi besar yang seolah-olah mengklaim daerah tertentu tidak aman. Pemilu adalah papan catur para politisi dan pihak yang berkepentingan tertentu agar terjadi skakmat.
Kira-kira keadaan yang ada di film ini apakah sama dengan di negara kita?

Jan 20, 2018

Politik Bukan Benar & Salah, tapi Sekarang Giliran Siapa

Tahun ini adalah tahun politik. Apalagi ada 3 provinsi di pulau jawa dengan jumlah pemilih yg sangat potensial. Berbicara Jawa D.N. Aidit pernah berbicara "Djawa adalah Kuntji". Maka tak heran pilkada ini dipakai oleh elit politik sebagai pemanasan menjelang pemilu tahun depan. Bila partai pengusung pemerintah sekarang banyak yang menang di provinsi-pronvisi pulau jawa. Maka, bisa kepercayaan diri pertahana akan semakin tinggi. Harus diakui tingkat populatitas pertahana masih tinggi.
Tapi, saya tak akan berbicara itu. Saya hanya akan menangkis topik prmbicaraan orang-orang. Orang orang berkata : Politik itu adalah tentang orang baik & orang yang kurang baik (jahat). Karena politik tidak demikian adanya. Politik adalah tentang giliran siapa.
Sebagai contoh saat kemerdekaan Indonesia adalah saatnya kaum Nasionalis yang berkuasa. Di awal beliau sangat dielu-elukan. Namun, sesaat setelah masa revolusi rakyat mulai tidak puas. Sampai muncur tritura (tiga tuntutan rakyat).
Setelah itu giliran kauk militer aktif. Masa ini berlangsung lama. Puncak ketidakpuasan rakyat pada rezim ini adalah saat krisis moneter asia tenggara di akhir dekade 90an. Demontrasi tak pelak hampir setiap hari terjadi di ibukota. Sampai-sampai kaum minoritas, seperti tionghoa harus menjadi korban kebengisan rakyat yg beringas.
Setelah itu adalah era yang disebut reformasi. Pada masa ini kaum agamis menjadi pemimpin. Namun, karena adanya kepentingan politik, beliau diberhentikan. Setelahnya kaum nasionalis kembali berkuasa. Di masa ini beberapa aset negara dijual ke asing. Selanjutnya kaum militer (purnawirawan) berkuasa kembali. Sekitar dua dekade beliau memimpin. Walaupun kekuasaannya lama, namun beberapa kaum khususnya kaum nasionalis banyak yang protes terhadap kebijakannya. Khususnya kebijakan tentang harga bahan bakar minyak. Selain itu di masa ini ada tahun dimana terjadi krisis ekonomi yang disebabkan krisis ekonomi amerika & eropa. Tak sampai setahun krisis ini pun reda. Bahkan, beliau sampai terpilih lagi menjadi pemimpin. Selanjutnya karena ada aturan tidak boleh menjadi pemimpin selama dua peride. Sehingga, kekuasaan selanjutnya kembali ke pangkuan kaum nasionalis. Hampir 4 tahun kaum nasionalis berkuasa dan rakyat harus kembali menjerit. Kali ini bukan karena krisis ekonomi. Tapi, karena kebijakan pembangunan tinggi yang mengharuskan kenaikan pajak. Selain itu, adanya kebijakan pemotongan & penghapusan subsidi. Hingga, memaksa pemerintah daerah membuat kebijakan kenaikan upah minimum regional untuk menyeimbangkan kebijakan pusat. Sehingga, menyebabkan beberapa perusahaan terpaksa merumahkan pegawai karena ketidak mampuan perusahaan menggaji.
Namun, di masa ini juga ada kegiatan jual beli daring (online shopping) meningkat. Tapi hal ini lebih dikarenakan perkembangan teknologi. Pada bidang ini kebijakan pusat lagi-lagi harus bertentangan dengan ekonomi. Yaitu, wacana pemberian pajak bagi pelaku jual-beli daring. Jadi apa sisi positif pada masa ini jelasnya pembangunan yang pesat.
Jadi jelas di negara ini politik itu giliran siapa?
Giliran kaum nasionalis atau kaum militer. Atau malah kaum agamis yang kebanyakan sebagai penyeimbang kedua kaum ini. Selain itu, setiap kaum punya sisi positif & negatif. Sehingga, paham politikmu itu janganlah saklek pada satu kaum saja, tapi lihat siapa diantara lainnya yang kelihatan lebih baik. Karena sejatinya di dunia politik itu yang abadi hanyalah kepentingan.
Untuk tahun depan giliran siapa?
Kita lihat saja tahun depan. Apalagi tahun depan pemilihan legislatif & eksekutif bebarengan.

Ditulis untuk membungkam kaum fanatik pro & kontra rezim tertentu

Jan 12, 2018

Memaknai Quran Sesuka Hati

Saat bulan ramadan, salah satu momen yang ditunggu-tunggu adalah tadarus. Tadarus adalah kegiatan membaca quran selepas tarawih. Selain itu, ada juga kegiatan mencari kandungan di dalam quran. Mungkin sekarang semua orang bisa dengan mudah menerjemahkan quran. Cukup dengan membuka google translate atau dengan mencari di kolom pencarian google. Tapi, untuk memahami quran tidak cukup hal yang seperti itu. Ada sebuah metode, cara yang cukup mudah dengan mencari terjemahan quran yang dilakukan oleh Bapak Quraish Shihab. Selain itu, bisa juga dengan membaca buku quran jalalain versi bahasa indonesia yang bisa di beli di toko buku. Tapi, kalau itu masih belum cukup coba datang ke pondok pesantren atau ke pusat kajian quran, maka sudah bisa memahami quran dengan mudah. Bagi yang agak malas melakukan itu semua, disini saya akan mencoba memberi tutorial cara memahami quran.
Pertama, adalah ayat-ayat quran itu dibagi dalam dua macam yaitu surat makiyyah dan surat madaniyyah. Ayat makiyyah adalah ayat yang turun di mekah atau sebelum Nabi hijrah, sedang ayat madaniyyah adalah ayat yang turun di madinah atau setelah nabi hijrah. Kedua kandungan tentu saja berbeda. Bila di ayat makiyyah lebih menitik beratkan pada hubungan manusia dengan pencipta, maka di ayat madaniyyah lebih menitik beratkan pada hubungan manusia dengan manusia. Jadi langkap pertama dalam memahami quran adalah dengan melihat jenis ayatnya.
Kedua, ketahui asbabun nuzul atau latar belakang ayat tersebut diturunkan. Dalam setiap ayat quran yang turun pastilah ada suatu peristiwa yang melatar belakanginya. Misalkan ayat pertama yang turun al-alaq 1-5 dimana perintah untuk belajar diturunkan, latar belakang diturunkan ayat tersebut lantaran di zaman itu jazirah arab sedang dilanda zaman jahiliyah atau zaman kebodohan.
Ketiga, setiap ayat di quran itu saling behubungan dan berkesinambungan. Misalkan albaqarah 183 yaitu perintah tentang puasa di bulan ramadan, bersambung dengan albaqarah 184 yang menjelaskan tata cara berpuasa. Sehingga, dalam memahami quran tidak bisa ayat perayat.
Keempat, baca-baca dan baca lagi ketiga unsur di atas beserta terjemahan quran. Karena memahami quran tidak cukup satu atau dua kali membaca, tapi butuh berkali-kali.
Akhir kata, selamat belajar dan mengaji.

Jan 11, 2018

Seramnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)

Bagi sebagian orang pilkada adalah suatu pesta yang menyeramkan, apalagi kalau ada yang menyebarkan isu2 yang menyinggung SARA. Mereka yang ngomong/nulis seperti itu belum tahu yang namanya ajang hidup mati bernama Pilkades (Pemilihan Kepala Desa). Jauh sebelum pilkada, sudah ada yang namanya pilkades, setahu saya pilkades sudah ada sejak jaman orde baru. Sebagai orang yang tinggal di desa tentunya saya sudah berkali2 memilih calon kepala desa.
Pilkades itu kita tahu orangnya secara langsung, kalau pilkada paling cuman tahu sebatas dari media massa saja. Calon kades tak segan2 membagi2 bantuan, misal kasih fasilitas lapangan badminton 'tanpa syarat', pilkada paling juga orang2 tertentu saja yang dapat. Penasehat/tim kampanye pilkades terdiri dari berbagai macam profesi, dari pemuka agama, dukun, ahli marketing dsb.
Pas Hari H pilkades bukan hanya kades yang di adu, terkadang ilmu penasehatnya juga di adu. Tak jarang saya dengar ada yg sampai jatuh miskin saat dirinya tak terpilih menjadi kades. Di tempat saya dulu ada calon kades yg akhirnya meninggalkan desa karena tidak jadi. Pilkades adalah pertaruhan harta, pengaruh dan mental sehingga hanya seorang yang benar2 memiliki kesemuanya itu.
Oh ya, kades itu tidak digaji, kades akan mendapatkan tanah desa yang dapat digarap selama menjabat menjadi kades. Tapi beberapa tahun terakhir kades digaji negara, walaupun kades bukan pns.
makanya kalau orang ribut2 pilkada, saya rasa mereka belum pernah melihat bagaimana proses pemilihan kepala desa.
~rahayu~

Jan 8, 2018

Insidious the Last Key (2018) : Terinspirasi Film Danur


Berawal dari chat wa dari ketua sharing movie kaskus regional malang untuk ajakan nonton midnight. Akhirnya aku ikut saja, lantaran gratis ~hehe.

Akhirnya ba'dha maghrib aku berangkat ke rumah sang empunya thread sharing movie kaskus regional malang. Karena rumah yang berada di malang selatan dan malam minggu biasanya jalanan malang macet. Maka hamba baru tiba sekitar jam setengah delapan di rumah sang ketua.

Sekitar jam 10 malam ada anggota yang juga ikutan nobar insidious the last key. Sekitar jam setengah 12 kami bertiga berangkat ke dinoyo cineplex yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah ketua.

Karena malam akhirnya kami parkir di lantai 3, naik satu lantai lagi untuk menuju bioskop movimax dinoyo cineplex. Untuk menunggu film kami bertiga duduk dulu di lobi yang sudah disediakan. Tak lupa aku ke wc untuk menuntaskan hajat buat air kecil. Sekitar 5 menit sebelum film mulai ada satu lagi anggota yang juga ikut nobar.

Akhirnya langsung menuju bioskop dan menonton film insidious ini.

***

Kesan setelah menonton film ini rasanya ya biasa saja, tak ada yang istimewa. Malah aku jadi ingat film Danur (2017) yang dibintangi prilly.

Karena memang film ini konsep dan ceritanya mirip sekali. Pertama Elize di insidious adalah indigo yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Bedanya disini Elize ketakukan dengan hadirnya makhluk tersebut. Berbeda dengan Prilly eh Risa yang berteman baik dengannya. 

Kedua, Elize di akhir cerita masa kecilnya diajak menuju ke suatu tempat dengan membuka kunci ghaib. Sedangkan Risa diajak teman-temannya untuk ikut ke dunia mereka. Ketiga Elize kembali lagi ke rumah masa kecilnya untuk menyelediki penampakan tak kasat mata yang mengganggu pemilik rumah baru. Risa juga kembali lagi ke rumah masa kecilnya untuk menemani setan  neneknya yang sakit. Bedanya Elize datang ketika sudah tua, sedangkan Prilly Risa datang saat ibu-ibu remaja baru lulus sma.

Keempat, Elize akhirnya bisa membantu keluarganya dengan masuk ke dunia tak kasat mata. Begitupun dengan Risa yang berhasil menyelamatkan adiknya. Bedanya hanyalah cara masuknya saja. Kelima, Elize dibantu roh ibunya dalam penyelematan keluarganya, sedangan Risa dibantu roh teman-teman masa kecilnya.

Nah, kan maka dari itu aku curiga jangan-jangan kru film insidious the last key ini habis nonton danur dan akhirnya membuat konsep yang mirip. Untuk jumpscare film ini benar-benar bikin melek, mata yang tadinya ngantuk jadi melek lebar karena kaget. Untuk jumpscarenya mirip-mirip film karya maestro film horor indonesia Mister Master Nayato. Aku curiga lagi kalau kru film, khususnya sutradaranya adalah salah satu murid master nayato.

Untuk kesimpulannya apakah film ini layak nonton, kalau gratis nonton saja. kalau bayar ya tak apa di tonton kalau pingin melek atau biar bisa pelukan sama pacar. ~hehe

Dec 31, 2017

Renungan Akhir 2017


Masih ingat di hari itu tanggal 26 Desember 2017,

Pagi itu kubaca grup whatsapp teman-teman kuliah di biologi. Ada kabar yang sangat mengagetkan, sebuah kabar yang sangat menyedihkan. Teman dekat atau kanca kenthel-ku menghembuskan nafas terakhirnya tepat di pukul 11 malam tanggal 25 Desember. Tepat hari natal, disaat yang lain bergembira karena bisa berkumpul dengan keluarga, rekan dan kolega. Namun, kukehilangan teman terbaikku semasa kuliah. Sebenarnya kami berdua tidaklah satu kelas, aku kelas B sedangkan dia berada di kelas A. Toh, itu tak jadi masalah, karena setiap hari saat tak ada kuliah kami biasa kongkow.

Masih ingat, hari itu adalah PK2 Maba (sejenis ospek di Univ. Brawijaya) aku pertama bertemu dengannya. Dia adalah orang pertama yang kukenal selain teman SMAku. Sorot matanya yang tajam dan agak berwarna tidak seperti orang normal. Berdasarkan hal itu dapat kuduga bahwa dia dalam keadaan tak sehat. Belakangan kuketahui bahwa dia mengidap Diabetes yang diturunkan dari kakeknya.

Tapi, dia tidak sedikit pun menunjukkan rasa sakit, bahkan kami malah saling mengolok seorang mahasiswa baru yang ditunjuk sebagai ketua tingkat. Wajahnya seram, khas pemabuk dan mimik jahatnya membuat kami menjulukinya sebagai pemabuk. Tatkala ketakjuban kami luntur ketika dia bicara. Suaranya yang kecil, lemes, sungguh mirip Ivan Gunawan, hahahahaha.

Sudah lama ku tak bertemu dengan kanca kenthel-ku, akhirnya selepas resepsi pernikaan rekan kuliah kami di Probolinggo. Aku ngopi di warung langganan di bilangan Sawojajar, ku sms dia. Betapa terkejutnya aku, ternyata sudah sebulanan dia tak bisa berjalan dengan normal. Hal tersebut dikarenakan penyakit diabetesnya. Seketika kubilang aku akan menemuinya, kubergegas kerumahnya yang berada di daerah Samaan dekat dengan pemakaman umum.

Akhirnya kutiba dan tak kulihat wajah sedihnya, sepanjang kumenemuinya malam itu aku lebih banyak mengolok-olok salah satu teman kuliah. Kanca kenthel-ku dan aku ini, memang hobi mengolok-olok sibro ini. Selain karena wajahnya yang tolol, tingkah kedunguannya memang sudah nampak pada kelakuan bodohnya. Sampai akhirnya ku pulang, berpamitan dengannya dan kedua orangtuanya.

Ku tak ambil banyak cakap, langsung kuinfokan di grup whatsapp teman kuliah untuk bersama menjenguknya. Akhirnya ada kita sepakat untuk menjenguknya, aku sendiri lebih suka menyebut istilah dulin. Karena, bagiku dia sehat dan mampu berpikir logis, hanya fisiknya yang sedang lemah. Kami bersama ngobrol tentang masa-masa kuliah dan keadaannya akhir-akhir ini.

Sekitar  bertahun-tahun aku acap kali berkunjung (dulin) ke rumah temanku. Kadang sendiri kadang juga kuajak temanku yang berasal dari kota bipang. Tahun 2017, kami kembali bertemu setelah  6 bulan tidak bertemu. Aku sedang sibuk bertemu dengan pembibingku untuk menyelesaikan kuliah magisterku. Sedangkan, dia ditugasi oleh pembimbingnya (yang juga pembimbingku) untuk menerbitkan jurnal berdasark skripsinya. Terlihat fisiknya kuat, walaupun dia tidak lagi bisa bersepeda motor.

***

Selain kisah sedih tersebut, tahun 2017 adalah tahun dimana aku lulus dan wisuda pendidikan magisterku di bidang pengelolaan lingkungan. Tujuanku melanjutkan kuliah bukanlah untuk menaikkan pangkat maupun jabatan. Tapi lebih sebagai upaya memperdalam ilmuku tentang pengelolaan lingkungan. Dulu, waktu aku kuliah sarjana aku ada ibarat di teras rumah pendidikan pengelolaan lingkungan. Sedangkan, sekarang akhirnya aku bisa masuk, walaupun sebatas di ruang tamu saja. Kalau ingin lebih masuk lagi ya harus lanjut kuliah.

Selain kelulusan pendidikan magisterku, di tahun 2017 akhirnya aku bisa bekerja dengan sunguh-sunguh. Sebenarnya setelah kululus pendidikan sarjana aku sudah bekerja serabutan dengan berjualan pakaian dan handphone. Kujuga mencoba-coba melamar pekerjaan, namun paling dekat hanya psikotes dan wawancara dengan pemimpin perusahaan saja. Namanya kerja serabutan, tentunya penghasilan juga tidaklah menentu. Sekitar bulan agustus aku ditugasi oleh bapakku untuk meneruskan usaha orang tua untuk berjualan. Sebagai anak yang berbakti tentunya aku bersedia dan sampai sekarang aku masih meneruskan usaha orangtuaku. Lalu apa fungsiku kuliah, tenang kawan, aku menjaga lingkungan dengan berkebun di lantai dua dan juga rajin menuangkan pikiran untuk melestarikan dan mengelola lingkungan yang baik dan benar.

***


Sampai jumpa di tahun 2018, semoga cita-cita kita semua dapat terwujud. Amien.

Dec 29, 2017

Ramalan Omong Kosong

Tahu mbah mijan?
Kalau tahu segeralah lupakan
Karena dia hanya satu dari kumpulan manusia² sok tahu
Dia ngaku kalau INDIGO, indigo kok ngaku-ngaku
Seorang indigo gak akan koar², karena punya kemampuan itu ibarat pisau bermata dua. Seorang indigo akan merasa berkah dia bisa tahu bagaimana kehidupannya. Atau bisa jadi musibah, bila dia tahu dunia lain yang sangat seram.
Lalu mengapa acara yg banyak menayangkan penipu berkedok paranormal. Itu dikarenakan, rating. rating dan rating. Sebagai orang yang berpikir logis buang jauh² bualan orang² itu.
Beda dengan Risa Saraswati, vokalir homogenic, penulis danur & co-host mister[i] tukul jalan² yang memang terlahur indigo.
Risa lebih banyak bercerita tentang kehidupan teman² hantunya yang diabadikan dalam Danur & album.
Sudah deh cukup kucurhatnya, alasan kutulis karena nonton tv yang ada mijannya.
Akhirnya nonton selendang rocker aja di trans 7.

Dec 23, 2017

Indonesia Darurat Membaca

Akhir2 ini banyak sekali kabar2 yg hoax atau terindikasi hoax beredar di media sosial. Sebenarnya mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya mudah sekali yaitu karena masyarakat khususnya netizen enggan untuk membaca, memverifikasi dan mudah percaya. Poin terakhir itu pula yang membuat bisnis member get member atau lebih sering disebut mlm bisa tumbuh subur di Indonesia. Selain itu karena semakin mudahnya mendapat informasi di internet menjadikan orang dengan mudah menghakimi seseorang. Misalkan saja, beberapa bulan lalu di media sosial heboh dengan video parodi tentang poligami bapak arifin ilham link. Padahal kalau ditelisik sebenarnya video itu hanyalah lelucon, parodi atau gurauan saja. Tapi ya karena yang membuat video mengucapkan kata takbir dengan tertawa membuat seolah2 menghina islam, padahal yang dibuat lelucon itu personal saja. Padahal sudah jelas disebutkan di quran bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca atau bila dimaknai lebih dalam lagi adalah perintah untuk belajar. Artinya, sebagai seorang muslim itu diperintah adalah membaca. Mengapa membaca ya karena visi islam adalah memerdekakan pikiran jahiliyah (bodoh) sehingga cara untuk memerdekannya dengan membaca (belajar).
Sama dengan orang yang suka debat tapi ngotot dengan argumennya dan suka menyalah2kan lawan debatnya. Karena kemampuan mereka hanya terbatas di sisi (bidang) tersebut. Sebagai analogi, ada sebut balok (panjang x lebar x tinggi, dengan lebar dan tinggi sama panjangnya) kalau di lihat dari depan disebut persegi panjang, bila dilihat dari samping bujur sangkar, sedangkan kalau dilihat dari segala bidang di sebut balok. Semuanya benar tidak ada yang salah, yang salah adalah yang ngotot dan tidak mau mendengarkan pendapat yang lain. Oleh karena itu Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia tapi mengapa kok yang namanya keinginan untuk membaca (belajar) sangat minim. Justru orang2 di negara ini lebih suka dengan mendengarkan motivator2, seminar2 bisnis yang kalau saya bilang mereka lebih suka menjual buku dan tiket seminar dibanding membangkitkan semangat. Tentu saja, pernyataan saya ini bukan lantaran saya benci dengan motivator tapi karena saya tidak butuh dengan omongan dari mereka. Saya justru lebih suka pembicaraan yang berkelanjutan misalkan diskusi atau debat, karena dengan itu semua bisa menambah wawasan, bisa mengetahui pola pikir orang lain. Nah, menyambung dari itu semua, memang benar yang dikatakan pak sujiwo tejo di tv kalau masyarakat negara ini kurang percaya diri. Masyarakat negara ini lebih suka membandingkan negara2 lain dengan negaranya sendiri.
Maka dari itu, sebagai orang Indonesia khususnya muslim marilah kita rajin2 membaca, rajin2 diskusi dengan orang lain, rajin2 konfirmasi dan verifikasi kabar2 yang beredar. Apalagi sebentar lagi ramadan, dari pada membuang2 waktu dengan kegiatan2 yang itu2 saja, bagaimana kalau kita mengisi waktu ketika puasa dengan membaca, diskusi atau debat agar wawasan jadi bertambah.

Dec 6, 2017

Keluarga tak Kasat Mata (2017) : tak Sesuai Harapan

2017 boleh dibilang sebagai tahunnya film horor. Terlebih dengan berhasilnya remake Pengabdi Setan secara kuantitas (jumlah penonton ±4juta) dan kualitas (penghargaan FFI 2017). Dibuka dengan peraihan film The Doll yang diadaptasi dari kisah Risa Sarasvati tentang masa kecilnya yg ditemani teman-teman hantunya.
Keluarga tak kasat mata yang diadaptasi dari thread di forum kaskus yang fenomenal. Hingga akhirnya kisah ini dibukukan dan difilmkan. Berkisah tentang Genta yang baru saja pindah ke kantor baru di Kota Yogyakarta. Kantor yang bekas rumah kuno tersebut menyimoan banyak misteri. Hingga akhirnya lama-kelamaan Genta dan rekan kerjanya sadar apa yang tidak beres di kantor tersebut.
Ceritanya dalam thread maupun buku cukup menarik. Terlebih sekitar 2-3 tahun belakang sedang tren thread horor di subforum sfth kaskus. Namun, untuk filmnya banyak yang tak sesuai harapan (kecewa).
Coba saja tengok di thread tentang film ini Ktkm
Sebenarnya apa yang membuat film ini mengecewakan? 
Film ini sebenarnya punya potensi yang baik, hanya saja karena dirilis dekat dengan horor terlaris (Pengabdi Setan - 2017) sehingga mau tak mau harus dibanding-bandingkan. Formula menakuti pada film ini banyak jumpscare & backsound dirasa kurang. Saya sendiri melihat banyak penonton yang justru tertawa melihat kemunculan jumpscare.
Cerita yang terlalu cepat, bahkan seperti ada potongan-potongan adegan yang kurang rapi membuat penonton bertanya-tanya.
Pesan yang beda antara di thread / buku dengan film juga menambah kekecewaan. Di thread / buku pesannya tentang keeksisan makhluk tak kasat mata ini. Sedang di film tak jelas apa pesan yang hendak disampaikan.
Jadi, apakah film ini direkomendasikan untuk ditonton?
Bila anda ingin sekedar bersenang-senang tanpa peduli cerita ya silakan saja. Namun, bila anda penggemar thread agan Genta bersiaplah ikut kecewa dengan film ini.
Rating : 5/10
Tiket dan camilan dari Dinoyo Movimax, Malang
Foto Bareng Aura Kasih salah satu Cast Ktkm