Jan 26, 2018

Newton (2017) - Kritik Pemilu di India



Rasanya tak akan ada habisnya berbicara tentang politik. Apalagi tentang pemilu, tahun lalu saja orang-orang heboh dengan pelaksanaan pilkada. Padahal juga bukan daerahnya yang melakukan pilkada.
Hal inilah yang ditangkap oleh sineas bollywood. Pemilu india yang dikritik dengan cara komedi gelap yang bikin penonton mengernyitkan dahi.
India adalah 5 besar negara dengan penduduk terbanyak. Sehingga, boleh dikatakn india adalah negara dengan jumlah pemilih terbesar di dunia. Karena Republik Rakyat Tiongkok setahuku tidak melaksanakan pemilu. Film ini berkisah tentang Newton Kumar seorang pegawai pemerintah yang terlalu jujur. Newton beserta orang-orang terpilih disuruh oleh kpu india untuk menjadi panitian pemungutan suara di daerah yang dikuasai oleh pemberontak.
Pemberontak di sini adalah kelompok penganut ideologi Mao Tse Tung yang jelas berlawanan dengan ideologi india. Newton dan timnya diantar menggunakan helikopter ke markas tentara terdekat dengan pemukiman warga. Awalnya komandan tentara pengawal Newton enggan untuk mengantarkan Newton dan memilih untuk melaporkan agar tidak dapat melaksanakan pemilu. Namun, Newton bersikeras dan akhirnya komandan beserta pasukannya dengan terpaksa mengantarkan Newton dan tim ke tps dengan menembus hutan sekitar 7 km.
Sesampainya di tps minat pemilih untuk melaksanakan pemilu nol. Sehingga, menjadikan pemilu di daerah tersebut menjado zero vote.Karena ada paksaan dari pihak tertentu akhirnya komandan dan pasukannya memaksa pemilih untuk datang ke tps.
Kritik yang ingin disampaikan dalam film ini adalah bahwa sebenarnya pemilu tidak membawa hasil apapun bagi pemilih. Ada konspirasi besar yang seolah-olah mengklaim daerah tertentu tidak aman. Pemilu adalah papan catur para politisi dan pihak yang berkepentingan tertentu agar terjadi skakmat.
Kira-kira keadaan yang ada di film ini apakah sama dengan di negara kita?

Jan 20, 2018

Politik Bukan Benar & Salah, tapi Sekarang Giliran Siapa

Tahun ini adalah tahun politik. Apalagi ada 3 provinsi di pulau jawa dengan jumlah pemilih yg sangat potensial. Berbicara Jawa D.N. Aidit pernah berbicara "Djawa adalah Kuntji". Maka tak heran pilkada ini dipakai oleh elit politik sebagai pemanasan menjelang pemilu tahun depan. Bila partai pengusung pemerintah sekarang banyak yang menang di provinsi-pronvisi pulau jawa. Maka, bisa kepercayaan diri pertahana akan semakin tinggi. Harus diakui tingkat populatitas pertahana masih tinggi.
Tapi, saya tak akan berbicara itu. Saya hanya akan menangkis topik prmbicaraan orang-orang. Orang orang berkata : Politik itu adalah tentang orang baik & orang yang kurang baik (jahat). Karena politik tidak demikian adanya. Politik adalah tentang giliran siapa.
Sebagai contoh saat kemerdekaan Indonesia adalah saatnya kaum Nasionalis yang berkuasa. Di awal beliau sangat dielu-elukan. Namun, sesaat setelah masa revolusi rakyat mulai tidak puas. Sampai muncur tritura (tiga tuntutan rakyat).
Setelah itu giliran kauk militer aktif. Masa ini berlangsung lama. Puncak ketidakpuasan rakyat pada rezim ini adalah saat krisis moneter asia tenggara di akhir dekade 90an. Demontrasi tak pelak hampir setiap hari terjadi di ibukota. Sampai-sampai kaum minoritas, seperti tionghoa harus menjadi korban kebengisan rakyat yg beringas.
Setelah itu adalah era yang disebut reformasi. Pada masa ini kaum agamis menjadi pemimpin. Namun, karena adanya kepentingan politik, beliau diberhentikan. Setelahnya kaum nasionalis kembali berkuasa. Di masa ini beberapa aset negara dijual ke asing. Selanjutnya kaum militer (purnawirawan) berkuasa kembali. Sekitar dua dekade beliau memimpin. Walaupun kekuasaannya lama, namun beberapa kaum khususnya kaum nasionalis banyak yang protes terhadap kebijakannya. Khususnya kebijakan tentang harga bahan bakar minyak. Selain itu di masa ini ada tahun dimana terjadi krisis ekonomi yang disebabkan krisis ekonomi amerika & eropa. Tak sampai setahun krisis ini pun reda. Bahkan, beliau sampai terpilih lagi menjadi pemimpin. Selanjutnya karena ada aturan tidak boleh menjadi pemimpin selama dua peride. Sehingga, kekuasaan selanjutnya kembali ke pangkuan kaum nasionalis. Hampir 4 tahun kaum nasionalis berkuasa dan rakyat harus kembali menjerit. Kali ini bukan karena krisis ekonomi. Tapi, karena kebijakan pembangunan tinggi yang mengharuskan kenaikan pajak. Selain itu, adanya kebijakan pemotongan & penghapusan subsidi. Hingga, memaksa pemerintah daerah membuat kebijakan kenaikan upah minimum regional untuk menyeimbangkan kebijakan pusat. Sehingga, menyebabkan beberapa perusahaan terpaksa merumahkan pegawai karena ketidak mampuan perusahaan menggaji.
Namun, di masa ini juga ada kegiatan jual beli daring (online shopping) meningkat. Tapi hal ini lebih dikarenakan perkembangan teknologi. Pada bidang ini kebijakan pusat lagi-lagi harus bertentangan dengan ekonomi. Yaitu, wacana pemberian pajak bagi pelaku jual-beli daring. Jadi apa sisi positif pada masa ini jelasnya pembangunan yang pesat.
Jadi jelas di negara ini politik itu giliran siapa?
Giliran kaum nasionalis atau kaum militer. Atau malah kaum agamis yang kebanyakan sebagai penyeimbang kedua kaum ini. Selain itu, setiap kaum punya sisi positif & negatif. Sehingga, paham politikmu itu janganlah saklek pada satu kaum saja, tapi lihat siapa diantara lainnya yang kelihatan lebih baik. Karena sejatinya di dunia politik itu yang abadi hanyalah kepentingan.
Untuk tahun depan giliran siapa?
Kita lihat saja tahun depan. Apalagi tahun depan pemilihan legislatif & eksekutif bebarengan.

Ditulis untuk membungkam kaum fanatik pro & kontra rezim tertentu

Jan 12, 2018

Memaknai Quran Sesuka Hati

Saat bulan ramadan, salah satu momen yang ditunggu-tunggu adalah tadarus. Tadarus adalah kegiatan membaca quran selepas tarawih. Selain itu, ada juga kegiatan mencari kandungan di dalam quran. Mungkin sekarang semua orang bisa dengan mudah menerjemahkan quran. Cukup dengan membuka google translate atau dengan mencari di kolom pencarian google. Tapi, untuk memahami quran tidak cukup hal yang seperti itu. Ada sebuah metode, cara yang cukup mudah dengan mencari terjemahan quran yang dilakukan oleh Bapak Quraish Shihab. Selain itu, bisa juga dengan membaca buku quran jalalain versi bahasa indonesia yang bisa di beli di toko buku. Tapi, kalau itu masih belum cukup coba datang ke pondok pesantren atau ke pusat kajian quran, maka sudah bisa memahami quran dengan mudah. Bagi yang agak malas melakukan itu semua, disini saya akan mencoba memberi tutorial cara memahami quran.
Pertama, adalah ayat-ayat quran itu dibagi dalam dua macam yaitu surat makiyyah dan surat madaniyyah. Ayat makiyyah adalah ayat yang turun di mekah atau sebelum Nabi hijrah, sedang ayat madaniyyah adalah ayat yang turun di madinah atau setelah nabi hijrah. Kedua kandungan tentu saja berbeda. Bila di ayat makiyyah lebih menitik beratkan pada hubungan manusia dengan pencipta, maka di ayat madaniyyah lebih menitik beratkan pada hubungan manusia dengan manusia. Jadi langkap pertama dalam memahami quran adalah dengan melihat jenis ayatnya.
Kedua, ketahui asbabun nuzul atau latar belakang ayat tersebut diturunkan. Dalam setiap ayat quran yang turun pastilah ada suatu peristiwa yang melatar belakanginya. Misalkan ayat pertama yang turun al-alaq 1-5 dimana perintah untuk belajar diturunkan, latar belakang diturunkan ayat tersebut lantaran di zaman itu jazirah arab sedang dilanda zaman jahiliyah atau zaman kebodohan.
Ketiga, setiap ayat di quran itu saling behubungan dan berkesinambungan. Misalkan albaqarah 183 yaitu perintah tentang puasa di bulan ramadan, bersambung dengan albaqarah 184 yang menjelaskan tata cara berpuasa. Sehingga, dalam memahami quran tidak bisa ayat perayat.
Keempat, baca-baca dan baca lagi ketiga unsur di atas beserta terjemahan quran. Karena memahami quran tidak cukup satu atau dua kali membaca, tapi butuh berkali-kali.
Akhir kata, selamat belajar dan mengaji.

Jan 11, 2018

Seramnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)

Bagi sebagian orang pilkada adalah suatu pesta yang menyeramkan, apalagi kalau ada yang menyebarkan isu2 yang menyinggung SARA. Mereka yang ngomong/nulis seperti itu belum tahu yang namanya ajang hidup mati bernama Pilkades (Pemilihan Kepala Desa). Jauh sebelum pilkada, sudah ada yang namanya pilkades, setahu saya pilkades sudah ada sejak jaman orde baru. Sebagai orang yang tinggal di desa tentunya saya sudah berkali2 memilih calon kepala desa.
Pilkades itu kita tahu orangnya secara langsung, kalau pilkada paling cuman tahu sebatas dari media massa saja. Calon kades tak segan2 membagi2 bantuan, misal kasih fasilitas lapangan badminton 'tanpa syarat', pilkada paling juga orang2 tertentu saja yang dapat. Penasehat/tim kampanye pilkades terdiri dari berbagai macam profesi, dari pemuka agama, dukun, ahli marketing dsb.
Pas Hari H pilkades bukan hanya kades yang di adu, terkadang ilmu penasehatnya juga di adu. Tak jarang saya dengar ada yg sampai jatuh miskin saat dirinya tak terpilih menjadi kades. Di tempat saya dulu ada calon kades yg akhirnya meninggalkan desa karena tidak jadi. Pilkades adalah pertaruhan harta, pengaruh dan mental sehingga hanya seorang yang benar2 memiliki kesemuanya itu.
Oh ya, kades itu tidak digaji, kades akan mendapatkan tanah desa yang dapat digarap selama menjabat menjadi kades. Tapi beberapa tahun terakhir kades digaji negara, walaupun kades bukan pns.
makanya kalau orang ribut2 pilkada, saya rasa mereka belum pernah melihat bagaimana proses pemilihan kepala desa.
~rahayu~

Jan 8, 2018

Insidious the Last Key (2018) : Terinspirasi Film Danur


Berawal dari chat wa dari ketua sharing movie kaskus regional malang untuk ajakan nonton midnight. Akhirnya aku ikut saja, lantaran gratis ~hehe.

Akhirnya ba'dha maghrib aku berangkat ke rumah sang empunya thread sharing movie kaskus regional malang. Karena rumah yang berada di malang selatan dan malam minggu biasanya jalanan malang macet. Maka hamba baru tiba sekitar jam setengah delapan di rumah sang ketua.

Sekitar jam 10 malam ada anggota yang juga ikutan nobar insidious the last key. Sekitar jam setengah 12 kami bertiga berangkat ke dinoyo cineplex yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah ketua.

Karena malam akhirnya kami parkir di lantai 3, naik satu lantai lagi untuk menuju bioskop movimax dinoyo cineplex. Untuk menunggu film kami bertiga duduk dulu di lobi yang sudah disediakan. Tak lupa aku ke wc untuk menuntaskan hajat buat air kecil. Sekitar 5 menit sebelum film mulai ada satu lagi anggota yang juga ikut nobar.

Akhirnya langsung menuju bioskop dan menonton film insidious ini.

***

Kesan setelah menonton film ini rasanya ya biasa saja, tak ada yang istimewa. Malah aku jadi ingat film Danur (2017) yang dibintangi prilly.

Karena memang film ini konsep dan ceritanya mirip sekali. Pertama Elize di insidious adalah indigo yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Bedanya disini Elize ketakukan dengan hadirnya makhluk tersebut. Berbeda dengan Prilly eh Risa yang berteman baik dengannya. 

Kedua, Elize di akhir cerita masa kecilnya diajak menuju ke suatu tempat dengan membuka kunci ghaib. Sedangkan Risa diajak teman-temannya untuk ikut ke dunia mereka. Ketiga Elize kembali lagi ke rumah masa kecilnya untuk menyelediki penampakan tak kasat mata yang mengganggu pemilik rumah baru. Risa juga kembali lagi ke rumah masa kecilnya untuk menemani setan  neneknya yang sakit. Bedanya Elize datang ketika sudah tua, sedangkan Prilly Risa datang saat ibu-ibu remaja baru lulus sma.

Keempat, Elize akhirnya bisa membantu keluarganya dengan masuk ke dunia tak kasat mata. Begitupun dengan Risa yang berhasil menyelamatkan adiknya. Bedanya hanyalah cara masuknya saja. Kelima, Elize dibantu roh ibunya dalam penyelematan keluarganya, sedangan Risa dibantu roh teman-teman masa kecilnya.

Nah, kan maka dari itu aku curiga jangan-jangan kru film insidious the last key ini habis nonton danur dan akhirnya membuat konsep yang mirip. Untuk jumpscare film ini benar-benar bikin melek, mata yang tadinya ngantuk jadi melek lebar karena kaget. Untuk jumpscarenya mirip-mirip film karya maestro film horor indonesia Mister Master Nayato. Aku curiga lagi kalau kru film, khususnya sutradaranya adalah salah satu murid master nayato.

Untuk kesimpulannya apakah film ini layak nonton, kalau gratis nonton saja. kalau bayar ya tak apa di tonton kalau pingin melek atau biar bisa pelukan sama pacar. ~hehe

Dec 31, 2017

Renungan Akhir 2017


Masih ingat di hari itu tanggal 26 Desember 2017,

Pagi itu kubaca grup whatsapp teman-teman kuliah di biologi. Ada kabar yang sangat mengagetkan, sebuah kabar yang sangat menyedihkan. Teman dekat atau kanca kenthel-ku menghembuskan nafas terakhirnya tepat di pukul 11 malam tanggal 25 Desember. Tepat hari natal, disaat yang lain bergembira karena bisa berkumpul dengan keluarga, rekan dan kolega. Namun, kukehilangan teman terbaikku semasa kuliah. Sebenarnya kami berdua tidaklah satu kelas, aku kelas B sedangkan dia berada di kelas A. Toh, itu tak jadi masalah, karena setiap hari saat tak ada kuliah kami biasa kongkow.

Masih ingat, hari itu adalah PK2 Maba (sejenis ospek di Univ. Brawijaya) aku pertama bertemu dengannya. Dia adalah orang pertama yang kukenal selain teman SMAku. Sorot matanya yang tajam dan agak berwarna tidak seperti orang normal. Berdasarkan hal itu dapat kuduga bahwa dia dalam keadaan tak sehat. Belakangan kuketahui bahwa dia mengidap Diabetes yang diturunkan dari kakeknya.

Tapi, dia tidak sedikit pun menunjukkan rasa sakit, bahkan kami malah saling mengolok seorang mahasiswa baru yang ditunjuk sebagai ketua tingkat. Wajahnya seram, khas pemabuk dan mimik jahatnya membuat kami menjulukinya sebagai pemabuk. Tatkala ketakjuban kami luntur ketika dia bicara. Suaranya yang kecil, lemes, sungguh mirip Ivan Gunawan, hahahahaha.

Sudah lama ku tak bertemu dengan kanca kenthel-ku, akhirnya selepas resepsi pernikaan rekan kuliah kami di Probolinggo. Aku ngopi di warung langganan di bilangan Sawojajar, ku sms dia. Betapa terkejutnya aku, ternyata sudah sebulanan dia tak bisa berjalan dengan normal. Hal tersebut dikarenakan penyakit diabetesnya. Seketika kubilang aku akan menemuinya, kubergegas kerumahnya yang berada di daerah Samaan dekat dengan pemakaman umum.

Akhirnya kutiba dan tak kulihat wajah sedihnya, sepanjang kumenemuinya malam itu aku lebih banyak mengolok-olok salah satu teman kuliah. Kanca kenthel-ku dan aku ini, memang hobi mengolok-olok sibro ini. Selain karena wajahnya yang tolol, tingkah kedunguannya memang sudah nampak pada kelakuan bodohnya. Sampai akhirnya ku pulang, berpamitan dengannya dan kedua orangtuanya.

Ku tak ambil banyak cakap, langsung kuinfokan di grup whatsapp teman kuliah untuk bersama menjenguknya. Akhirnya ada kita sepakat untuk menjenguknya, aku sendiri lebih suka menyebut istilah dulin. Karena, bagiku dia sehat dan mampu berpikir logis, hanya fisiknya yang sedang lemah. Kami bersama ngobrol tentang masa-masa kuliah dan keadaannya akhir-akhir ini.

Sekitar  bertahun-tahun aku acap kali berkunjung (dulin) ke rumah temanku. Kadang sendiri kadang juga kuajak temanku yang berasal dari kota bipang. Tahun 2017, kami kembali bertemu setelah  6 bulan tidak bertemu. Aku sedang sibuk bertemu dengan pembibingku untuk menyelesaikan kuliah magisterku. Sedangkan, dia ditugasi oleh pembimbingnya (yang juga pembimbingku) untuk menerbitkan jurnal berdasark skripsinya. Terlihat fisiknya kuat, walaupun dia tidak lagi bisa bersepeda motor.

***

Selain kisah sedih tersebut, tahun 2017 adalah tahun dimana aku lulus dan wisuda pendidikan magisterku di bidang pengelolaan lingkungan. Tujuanku melanjutkan kuliah bukanlah untuk menaikkan pangkat maupun jabatan. Tapi lebih sebagai upaya memperdalam ilmuku tentang pengelolaan lingkungan. Dulu, waktu aku kuliah sarjana aku ada ibarat di teras rumah pendidikan pengelolaan lingkungan. Sedangkan, sekarang akhirnya aku bisa masuk, walaupun sebatas di ruang tamu saja. Kalau ingin lebih masuk lagi ya harus lanjut kuliah.

Selain kelulusan pendidikan magisterku, di tahun 2017 akhirnya aku bisa bekerja dengan sunguh-sunguh. Sebenarnya setelah kululus pendidikan sarjana aku sudah bekerja serabutan dengan berjualan pakaian dan handphone. Kujuga mencoba-coba melamar pekerjaan, namun paling dekat hanya psikotes dan wawancara dengan pemimpin perusahaan saja. Namanya kerja serabutan, tentunya penghasilan juga tidaklah menentu. Sekitar bulan agustus aku ditugasi oleh bapakku untuk meneruskan usaha orang tua untuk berjualan. Sebagai anak yang berbakti tentunya aku bersedia dan sampai sekarang aku masih meneruskan usaha orangtuaku. Lalu apa fungsiku kuliah, tenang kawan, aku menjaga lingkungan dengan berkebun di lantai dua dan juga rajin menuangkan pikiran untuk melestarikan dan mengelola lingkungan yang baik dan benar.

***


Sampai jumpa di tahun 2018, semoga cita-cita kita semua dapat terwujud. Amien.

Dec 29, 2017

Ramalan Omong Kosong

Tahu mbah mijan?
Kalau tahu segeralah lupakan
Karena dia hanya satu dari kumpulan manusia² sok tahu
Dia ngaku kalau INDIGO, indigo kok ngaku-ngaku
Seorang indigo gak akan koar², karena punya kemampuan itu ibarat pisau bermata dua. Seorang indigo akan merasa berkah dia bisa tahu bagaimana kehidupannya. Atau bisa jadi musibah, bila dia tahu dunia lain yang sangat seram.
Lalu mengapa acara yg banyak menayangkan penipu berkedok paranormal. Itu dikarenakan, rating. rating dan rating. Sebagai orang yang berpikir logis buang jauh² bualan orang² itu.
Beda dengan Risa Saraswati, vokalir homogenic, penulis danur & co-host mister[i] tukul jalan² yang memang terlahur indigo.
Risa lebih banyak bercerita tentang kehidupan teman² hantunya yang diabadikan dalam Danur & album.
Sudah deh cukup kucurhatnya, alasan kutulis karena nonton tv yang ada mijannya.
Akhirnya nonton selendang rocker aja di trans 7.

Dec 23, 2017

Indonesia Darurat Membaca

Akhir2 ini banyak sekali kabar2 yg hoax atau terindikasi hoax beredar di media sosial. Sebenarnya mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya mudah sekali yaitu karena masyarakat khususnya netizen enggan untuk membaca, memverifikasi dan mudah percaya. Poin terakhir itu pula yang membuat bisnis member get member atau lebih sering disebut mlm bisa tumbuh subur di Indonesia. Selain itu karena semakin mudahnya mendapat informasi di internet menjadikan orang dengan mudah menghakimi seseorang. Misalkan saja, beberapa bulan lalu di media sosial heboh dengan video parodi tentang poligami bapak arifin ilham link. Padahal kalau ditelisik sebenarnya video itu hanyalah lelucon, parodi atau gurauan saja. Tapi ya karena yang membuat video mengucapkan kata takbir dengan tertawa membuat seolah2 menghina islam, padahal yang dibuat lelucon itu personal saja. Padahal sudah jelas disebutkan di quran bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca atau bila dimaknai lebih dalam lagi adalah perintah untuk belajar. Artinya, sebagai seorang muslim itu diperintah adalah membaca. Mengapa membaca ya karena visi islam adalah memerdekakan pikiran jahiliyah (bodoh) sehingga cara untuk memerdekannya dengan membaca (belajar).
Sama dengan orang yang suka debat tapi ngotot dengan argumennya dan suka menyalah2kan lawan debatnya. Karena kemampuan mereka hanya terbatas di sisi (bidang) tersebut. Sebagai analogi, ada sebut balok (panjang x lebar x tinggi, dengan lebar dan tinggi sama panjangnya) kalau di lihat dari depan disebut persegi panjang, bila dilihat dari samping bujur sangkar, sedangkan kalau dilihat dari segala bidang di sebut balok. Semuanya benar tidak ada yang salah, yang salah adalah yang ngotot dan tidak mau mendengarkan pendapat yang lain. Oleh karena itu Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia tapi mengapa kok yang namanya keinginan untuk membaca (belajar) sangat minim. Justru orang2 di negara ini lebih suka dengan mendengarkan motivator2, seminar2 bisnis yang kalau saya bilang mereka lebih suka menjual buku dan tiket seminar dibanding membangkitkan semangat. Tentu saja, pernyataan saya ini bukan lantaran saya benci dengan motivator tapi karena saya tidak butuh dengan omongan dari mereka. Saya justru lebih suka pembicaraan yang berkelanjutan misalkan diskusi atau debat, karena dengan itu semua bisa menambah wawasan, bisa mengetahui pola pikir orang lain. Nah, menyambung dari itu semua, memang benar yang dikatakan pak sujiwo tejo di tv kalau masyarakat negara ini kurang percaya diri. Masyarakat negara ini lebih suka membandingkan negara2 lain dengan negaranya sendiri.
Maka dari itu, sebagai orang Indonesia khususnya muslim marilah kita rajin2 membaca, rajin2 diskusi dengan orang lain, rajin2 konfirmasi dan verifikasi kabar2 yang beredar. Apalagi sebentar lagi ramadan, dari pada membuang2 waktu dengan kegiatan2 yang itu2 saja, bagaimana kalau kita mengisi waktu ketika puasa dengan membaca, diskusi atau debat agar wawasan jadi bertambah.

Dec 6, 2017

Keluarga tak Kasat Mata (2017) : tak Sesuai Harapan

2017 boleh dibilang sebagai tahunnya film horor. Terlebih dengan berhasilnya remake Pengabdi Setan secara kuantitas (jumlah penonton ±4juta) dan kualitas (penghargaan FFI 2017). Dibuka dengan peraihan film The Doll yang diadaptasi dari kisah Risa Sarasvati tentang masa kecilnya yg ditemani teman-teman hantunya.
Keluarga tak kasat mata yang diadaptasi dari thread di forum kaskus yang fenomenal. Hingga akhirnya kisah ini dibukukan dan difilmkan. Berkisah tentang Genta yang baru saja pindah ke kantor baru di Kota Yogyakarta. Kantor yang bekas rumah kuno tersebut menyimoan banyak misteri. Hingga akhirnya lama-kelamaan Genta dan rekan kerjanya sadar apa yang tidak beres di kantor tersebut.
Ceritanya dalam thread maupun buku cukup menarik. Terlebih sekitar 2-3 tahun belakang sedang tren thread horor di subforum sfth kaskus. Namun, untuk filmnya banyak yang tak sesuai harapan (kecewa).
Coba saja tengok di thread tentang film ini Ktkm
Sebenarnya apa yang membuat film ini mengecewakan? 
Film ini sebenarnya punya potensi yang baik, hanya saja karena dirilis dekat dengan horor terlaris (Pengabdi Setan - 2017) sehingga mau tak mau harus dibanding-bandingkan. Formula menakuti pada film ini banyak jumpscare & backsound dirasa kurang. Saya sendiri melihat banyak penonton yang justru tertawa melihat kemunculan jumpscare.
Cerita yang terlalu cepat, bahkan seperti ada potongan-potongan adegan yang kurang rapi membuat penonton bertanya-tanya.
Pesan yang beda antara di thread / buku dengan film juga menambah kekecewaan. Di thread / buku pesannya tentang keeksisan makhluk tak kasat mata ini. Sedang di film tak jelas apa pesan yang hendak disampaikan.
Jadi, apakah film ini direkomendasikan untuk ditonton?
Bila anda ingin sekedar bersenang-senang tanpa peduli cerita ya silakan saja. Namun, bila anda penggemar thread agan Genta bersiaplah ikut kecewa dengan film ini.
Rating : 5/10
Tiket dan camilan dari Dinoyo Movimax, Malang
Foto Bareng Aura Kasih salah satu Cast Ktkm

Nov 26, 2017

Sepedahan Sambil Mendengar Kompilasi Rock Indonesia Klasik

Minggu pagi kulepaskan penat dengan mancal sepeda. Untuk rute yang akan dilalui tidak kupikirkan sama sekali, artinya kuasa terserah pada tangan yang menggerakan stir. Sambil bersepeda kusetel lagu kompilasi rock indonesia 1968-1978 yang dirilis sekitar tahun 2011 oleh label negara barat (red. lupa). Album kompilasi ini berjudul Those Shocking Shaking Days yang berisi bermacam genre rock. Mulai dari rock klasik, psikedelik, rock progresif hingga lagu daerah yang diaransemen dengan musik cadas.
Oke, akhirnya setelah persiapan usai aku segera mem-play mp3 player yang sudah uzur yang sudah berisi album kompilasi dengan daya baterai alkalin aaa.
1. Panbers  Haai
Nomor pertama diberikan oleh Panbers, yang dimotori oleh almarhum Benny Panjaitan yang beberapa waktu yang lalu berpulang, semoga dilancarkan jalannya ke surga. Album pertama Panbers tidak berisi lagu-lagu mellow dan cengeng tapi juga berisi lagu-lagu cadas, salah satunya lagi Haai ini. Lagu yang menurut Benny Panjaitan adalah berisi tentang sapaan kepada musisi dunia lain, sebut saja beatles, rolling stones dan led zeppelin. Lagu ini tidak hanya diisi oleh alat musik mainstream tapi juga ada sentuhan sitar pada reff yang serasa dibawa ke tanah hindustan.
2. The Brims  Anti Ganja
Lagu psikedelik ini sarat akan pesan untuk menjauhi obat-obatan terlarang. Sebenarnya lagu ini sangat cocok didengarkan ketika dalam posisi high begitu testimoni dari pendengar di luar negeri. Namun, apa daya personil yang kesemuanya adalah anggotan Brimob tentu saja sangat melarang penggunaan obat-obatan tersebut. Sirine atau teriakan dan ketukan drum yang sangat cepat dan rapat menjadikan lagu ini sangat high diikuti dengan lirik yang berpesan menjauhi ganja. Boleh dibilang lagu ini sangat paradoks seperti judul album Isyana Sarasvati baru-baru ini. Klimaks lagu ini pada saat personil berteriak tidak karuan sambil mengeja gandja. G-A-N-D-J-A.
3. Rollies  Bad News
Bangun Sugito almarhum atau yang lebih dikenal sebagai Gito Rollies adalah yang memberi warna musik funk pada band Rollies. Beliau diakhir hayatnya lebih banyak disibukkan dengan kegiatan keagamaan serta belakon di berbagai film dan sinetron. Alasan beliau untuk rehat dari dunia musik bukan karena menganggap musik haram. Namun, lebih merasa kehidupan di musik sangat banyak sekali mudaratnya. Sebut saja obat-obatan, dunia malam dan serbuan fans yang bisa membuat takabur. Selain itu pernah saya membaca curhatan seorang penikmat musik yang tidak mau mendengarkan musik karena bisa membuat lupa waktu. Lagu ini sangat funky mengingatkan pada James Brown.
4. Shark Move – Evil War
Lirik yang sangat bagus berpesan tentang kejahatan perang dengan irama yang menyenangkan. Sajian melodi yang ritme yang mengalir begitu saja menjadikan lagu ini begitu nikmat. Irama musik pada lagu ini mengingatkan pada lagu wish you were here nya Pink Floyd. Begitu progresif, ceria padahal liriknya terkandung begitu memilukan. Durasi hampir 6 menit tidak begitu terasa karena sajian lagu yang sangat menghibur.
5. Golden Wing  Hear Me
Irama yang sangat teratur dan kadang-kadang keluar dari garis menjadikan lagu ini begitu mengiris perasaan pendengar. Vokalis juga sangat berperan dalam menghidupkan suasana lagu. Menjadikan lagu ini begitu hidup dan terasa dekat. Ketukan drum yang sangat teratur dan kadang meloncat-loncat seakan menambah pilu lagu ini.
6. AKA  Do What You Like
Ucok AKA, sosok rocker yang sangat treatikal ini mengingatkan kita pada Peter Gabielnya Genesis yang sangat treatikal. Rambut kribonya mengingatkan pada Jimi Hendrix sosok musisi yang harus puas diangka 27. Rasanya sulit mencari padaan Ucok AKA untuk 2 abad ini seperti sulitnya mencari sosok Bung Karno. Pesan lagu ini begitu baik, lakukan apa yang kamu suka. Pesan itu seperti mengingatkan pada kita untuk bersenang-senang yang menjadikan kita awet muda. Jangan tanya irama, ritme serta melodi pada lagu ini ikuti saja tanpa peduli sekitar. Do What You Like!
7. Ivos Group  That Shocking Shaking Day
Irama lembut, suara vokalis yang mendayu-dayu membuat saya lupa kalau saya sedang melewati jalan beraspal sempit. Seakan saya dibawa menuju ke padang rumput yang luas lengkap dengan danau yang luas serta buah anggur yang sudah tersaji dipiring. Begitu lembut dan menyenangkan lagu ini membuat siapapun jadi sejenak lupa akan masalah. Lagu ini juga yang menjadikan album kompilasi ini ada. Bila ingin menikmati sejenak dunia yang fana ini putas saja lagu ini kuat-kuat dan resapi musik dan lirik lagu ini pelan-pelan, niscaya akan ada perasaan yang menyenangkan.
8. Ariesta Birawa Group  Didunia Yang Lain
Bagi penggemar ejaan yang telah disempurnakan tak perlu membenarkan ejaan judul lagu ini. Karena lagu ini dirilis sebelum ada revisi eyd, sehingga tulisannya seperti itu. Lagu yang begitu singkat ini diisi dengan intro yang kalem dan menentramkan. Lirik yang sangat meneduhkan juga menambah suasana hening. Bunyi-bunyian perkusi entah gendang entah tabla entah drum juga begitu menyenangkan membuat ritme hidup,
9. Terenchem  Jeritan Cinta
Intro yang menyayat hati dan pikiran, ditambah suasana pilu yang mendalam pada lirik menjadikan lagu ini pas. Pas sebagai lagu galau, namun tidak cengeng, karena musiknya yang sangat aduhai dengan ketukan drum yang meledak-ledak. Ditambah dengan ketukan keyboard dan petikan gitar yang menyayat-sayat. Setelah mendengarkan lagu ini saya menjadi sadar mengapa kepala negara ketujuh begitu mencinta musik rock. Sebagai catatan grup ini berasal dari Surakarta.
10. Benny Soebardja And Lizard  Candle Light
Suasana romantis mana lagi yang mengalahkan suasana kencan dengan candle light. Begitu juga dengan Benny Soebardja yang menangkap fenomena ini dan menuangkan pada sebuah logu yang begitu apik dan sarat makna ini. Untuk musiknya jangan khawatir musik elegan dengan paduan irama yang pas menjadikan suasana romantis. Ditambah suara lembut dari vokalisnya menjadikan keromantisan pada lagu ini paripurna.
Akhirnya sampai juga aku di pasar, tempat transaksi yang pada hari minggu begitu ramai dan padat. Delman lengkap dengan kuda menambah suasana tradisional menjadi lengkap. Setelah itu kulanjutkan kukayuh sepedaku ke jalan besar yang begitu ramai kendaraan besar hilir mudik. Sementara itu mp3 playerku masih saja bernyanyi dan mengajakku untuk tak menghiraukan suasana jalan yang ramai.
11. Super Kid  People
Trio asal kota kembang ini begitu apik membawakan lagu ini. Terlebih dengan irama keyboard yang sangat berirama menjadikan kesan mendalam. Suara vokalis yang sangat mendalam juga menjadikan lagu ini begitu kuat. Suara vokalis latar yang saling bersautan menambah kuat lagu ini. Jangan lupakan ketukan drum dan cabikan bass yang begitu kompak mengatur tempo. Rasanya saya sangat berterimakasih dengan Deddy Dores, Deddy Stanzah dan Jolly Tobing untuk sajian people yang sangat memukau. Semoga dibalaskan kebaikan kepada mereka bertiga.
12. Koes Plus  Mobil Tua
Kasmuri menambah daya gedor pada koes bersaudara sehingga memaksa ketiga saudara untuk mengubah grup menjadi Koes Plus. Suara Kasmuri ditambah dengan ketukannya pada drum yang sangat rancak mengingatkan saya pada drummer eagles yang piawai menggebuk drum sembari menyanyi. Suasana mirip musik melayu atau dangdut menjadikan lagu ini begitu merakyat. Ditambah dengan lirik yang bercerita tentang mobil tua menjadikan merakyatnya lagu ini paripurna.
Di depanku terpampang jalanan menanjak yang tadi kulewati begitu lancar karena tadi sewaktu berangkat jalan itu menurun. Tanpa pikir panjang kubelokkan saja ke jalanan yang lebih landai. Tak apa berputar sedikit asal tidak harus menanjak begitu miring.
13. The Gang of Harry Roesli  Dont Talk About Freedom
Lagu yang sedikit berlirik seakan menyempurnakan tema pada lagu ini. Jangan bicara tentang kemerdekaan pada orde itu, begitulah pesan yang ingin disampaikan oleh almarhum Harry Roesli. Sosok seniman ultra nyentrik ini sewaktu muda saja sudah begitu keras mengkritik pemerintah. Apalagi waktu beliau beranjak tua, tidak sedikitpun menyerah dengan kondisi politik. Beliau pernah ditangkap karena mengganti lirik lagu garuda pancasila secara sembarangan di tempat almarhum Gus Dur. Rasanya sulit mencari pengganti sosok nyentrik ini terlebih untuk sekarang sudah jarang seniman yang berani secara ekstrim dalam mengkritik pemerintah. Sosoknya mengingatkan pada sosok Soe Hok Gie yang tak pernah puas dengan pemerintah.
14. Black Brothers  Saman Doye
Siapa bilang lagu daerah tidak bisa secadas dan semenarik lagu barat maupun berlirik Indonesia. Black Brothers kumpulan orang-orang papua langsung membuktikan dengan menyanyikan lagu Saman Doye. Lagu berbahasa daerah yang sangat memukau dengan irama yang sangat cadas dan menghentak. Musiknya serasa mengajak untuk bergoyang, suara tawa yang terkadang terdengar menambah suasana bahagia. Bahkan, untuk yang tidak mengerti arti lirik ini akan dengan mudah menikmati suasana gembira pada lagu ini.
15. AKA  Shake Me
Rasanya memang tidak perlu kemunafikan untuk bicara bahwa hasrat seksual adalah keinginan yang menggebu pada manusia. Begitulah fenomena yang ditangkap oleh Ucok AKA Harahap almarhum. Begitu apik beliau berpesan pada lagu ini, untuk menjauhi obat-obatan dan bergembira dalam cinta. Ucok dalam lagu ini seolah bicara pada ketiga personil lainnya. Irama dari alat musik yang sangat pas juga menambah suasana bahagia pada lagu ini. Oleh sebab itu tidaklah salah memasukkan dua lagu AKA dalam kompilasi lagu ini.
16. Rasela  Pemain Bola
Sepakbola, judi, gol adalah hal yang disukai dari orang-orang negara ini. Saya pernah menonton film yang bercerita bahwa ada dua hal yang membuat orang suka sepakbola. Pertama karena pertandingan sepakbola begitu seru dan memacu adrenalin. Sedangkan, yang kedua menyebutkan bahwa judi sepakbola sama mendebarkan dengan bermain sepakbola. Rasanya hal tersebut yang ditangkap oleh Rasela, bermain bola sampai capek. Lirik yang berbunyi bola ditendang, penjaga gawang, jatuh terjengkang, gol seolah begitu dekat dengan kita. Bagaimana tidak sepakbola adalah olahraga yang sangat dekat dengan rakyat. Bahkan dengan modal kaleng bekas minuman saja bisa dijadikan bola untuk bermain sepakbola.
17. Freedom of Rhapsodia  Freedom
Berkebalikan dengan lagu Harry Roesli, lirik lagu ini bercerita tentang seseorang yang ingin merdeka dan terbang bagai burung. Menyingung pemerintah rasanya sudah sangat nyeni, begitupun dengan grup ini. Entah bagaimana lagu ini bisa lolos oleh orde waktu itu yang sangat ketat. Untuk irama lagu begitu merdeka, bagaimana tidak bunyi-bunyian yang seenaknya dimainkan pada lagu ini.
18. Rythm Kings  The Promise
Irama yang sangat gembira tersaji pada lagu ini, sayangnya pada menit pertama detik kedua puluh tiga saya sampai di rumah sehingga saya tidak bisa menikmati lagu ini secara utuh.
Sebenarnya ada dua lagu lagi yaitu Uang oleh Duo Kribo dan Pantun Lama oleh Murry (sebelum bergabung dengan Koes Plus). Namun, karena aku sudah sampai rumah sehingga aku tak melanjutkan lagunya. Akhirnya perjalanan sekitar 15 km harus kusudahi dan sekarang saatnya kumenulis rincian perjalan yang melalui jalan rusak, mulus, turunan tajam dan tanjakan.